Minggu, 14 Juli 2013

kisah insomnia gua

hallo gan, kali ini saya mau crita tentang penyakit yang saya alami, yang sampe saat ini saya gak tau apa obat dan gimana cara menghilangkan penyakit saya tersebut , langsung saja ya
kira" umur saya sekarang 19 tahun, penyakit yang saya alami ini membuat saya menderita sejak saya SMP kira" umur 12tahun, waktu itu seperti biasa,anak" normal lainya setelah bermain seharian, saat malam hari, otomatis tubuh akan lelah dan kita pasti akan mengalami ngantuk lalu tidur. tapi berbeda dengan hari" sebelumnya, saya merasa susah sekali untuk tidur ketika saya memejamkan mata, dan berharap untuk tidur, seperti ada hal yang mengganjal entah apa yang membuat saya ingin tidak tidur yang akhirnya membuat saya terjaga hingga pagi hari.
keesokan harinya badan saya terasa lemas dan tdiak bergairah, letih, dan alhasil ketika pelajaran berlangsung dikelas saya tidak menangkapnya dengan baik, stelah itu di hari" selanjutnya, saya kembali terjaga, kurang lebih seminggu saya terjaga sepanjang malam dan itu tanpa tidur siang karna memang saya tidak bisa tidur siang . saya panik, saya bingung hingga mencari" di internet tentang penyakit saya ini, dari sana saya tahu kalo saya mengidap insomnia,sebelumnya buat anda yang tidak tahu apa itu insomnia,, ane kasik tau dikit ye

Insomnia adalah adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur—walaupun ada kesempatan untuk itu. Biasanya insomnia disebabkan oleh gangguan di dalam waktu dan mekanisme tidur dan perilaku yang tidak sehat (seperti tidak teratur jam tidur, seringnya begadang dan penggunaan kafein).
Insomnia adalah sebagian dari gangguan tidur, tetapi keluhan ini adalah keluhan yang paling sering dari gangguan tidur. Beberapa masalah tidur antara lain insomnia, narcolepsy, hypersomnia dan apnea.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.
Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.
Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu:
  1. susah tidur (sleep onset insomnia),
  2. selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia),
  3. selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia).
Di Amerika Serikat, kurang lebih sepertiga penduduknya memiliki gangguan tidur. Sedangkan di Indonesia gangguan tidur bervariasi, tergantung pekerjaan yang dimiliki. Pekerjaan-pekerjaan yang mengakibatkan terganggunya siklus tidur—seperti perawat, dokter dan satpam—sangat besar menimbulkan gangguan tidur pada individu tersebut. Ada penelitian yang membuktikan bahwa 70% dari perawat di Jakarta mengalami insomnia.
Insomnia lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria dengan perbandingan 3 : 2. Dengan bertambahnya usia bertambah pula angka kejadian gangguan tidur.
Gejala insomnia adalah susahnya seorang individu untuk jatuh ke dalam tidur, sehingga terjadi peningkatan waktu antara tidur. Sulitnya mempertahankan tidur dan tidak dapat tidur secukupnya mengakibatkan seorang pasien terbangun sebelum dia mendapatkan tidur yang cukup. Gangguan dari siklus tidur dapat disebabkan oleh irama sikardian (gannguan dalam irama tidur bangun) yang terganggu karena jet-lag atau pekerjaan. Hypersomnia atau tidur yang berlebih adalah gejala dari kurangnya kualitas dari tidur seseorang sehingga seringkali dibutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari normal. Beberapa gejala lain dari gangguan tidur adalah tidur berjalan (sonambulisme) dan mimpi buruk (nightmares) udah kan gan?

 lanjut deh ya, setelah saya mengetahui saya mengidap insomnia berbagai usahapun saya lakukan, mulai dari berolahraga,terapi hingga meminum obat tidur, semata" itu semua agar membuat saya mengantuk dan tidur, tapi tidak ada hasil. hingga saya memutuskan untuk tidur dengan orangtua, well, stelah tidur dengan mereka saya bisa tidur tetapi dari jam 1malam,  selang beberapa hari, ketika saya merasa sudah normal kembali, saya mencoba untuk tidak tidur dengan orang tua saya dan berhasil, tapi itu tidak bertahan lama, karena penyakit tersebut kembali datang,terus begtu, ada saatnya dimana insomnia datang kembali yang membuat saya terjangga hingga berhari" .ada kalanya dia datang silih berganti ,dan itu saya alami hingga sekarang ketika saya berada di perguruan tinggi,
insomnia juga datang saat saya akan pentas di esok hari,ketika saya sakit, intinya yang membuat saya panik, saya akan terjaga hingga esok pagi dan alhasil ketika saya akan pentas atau menjalankan kegiatan di keesokan paginya saya akn letih dan lemas dan tidak bersemangat,,


nah itulah sekilas tentang penyakit insomnia yang saya alami, kalo agan ada yang sama kayak ane agan bisa ngasik coment" agan di blog ane,
makasi gan:)